Pasca Pelaksanaan Pemilihan Umum Tahun 2019, KPU Provinsi NTB atur ulang strategi peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilu, lebih-lebih menghadapi pemilihan serentak Tahun 2020.

Diketahui bahwa partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 di provinsi NTB terbilang cukup tinggi, yaitu 82,91% untuk Pilpres dan 82,75% untuk Pileg. Prosentase itu melampau target nasional.

Kendati tingkat partisipasi terbilang tinggi, namun tidak dapat dipungkiri ada daerah yang tingkat partisipasinya rendah lingkup Provinsi NTB. Hal ini perlu diidentifikasi faktor penyebabnya dan dicarikan solusi strategi yang lebih tepat lagi agar kedepan tingkat partisipasinya lebih meningkat lagi.

Tingkat partisipasi terendah di kabupaten/kota di Provinsi NTB salah satunya adalah Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan persentase partisipasi sebesar 60%.

Oleh karena itu KPU Provinsi NTB bersama KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengadakan kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Pendidikan Pemilih Daerah Partisipasi Terendah Pasca Pemilu Tahun 2019 di Desa Benete Kecamatan Maluk, Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, (14/11).

Kegiatan ini dimulai dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh ketua KPU KSB Denny Saputra, S.Pd,. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 secara khususnya di Desa Benete adalah 60% dan secara umumnya di Kecamatan Maluk 78%. “Ini menjadi perhatian khusus bagi kami agar meningkatkan kembali tingkat partisipasi di desa Benete ini pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 yang akan datang. Ini menjadi PR bagi kita terkait tingkat partisipasi khususnya Desa Benete dan umumnya Kecamatan Maluk”. Ujar Ketua KPU KSB dalam sambutannya.

Pada kegiatan tersebut diisi oleh 2 Narasumber yaitu, narasumber pertama dari Komisioner KPU NTB Ir.H. Syamsuddin dengan menyampaikan materi tentang upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan narasumber kedua yaitu ketua KPU KSB Denny Saputra dengan materi tentang persentase tingkat partisipasi pemilih di Desa Benete Kecamatan Maluk. Sebagai moderator pada pengisian materi ini adalah Komisioner KPU KSB Divisi Sosialisasi Herman Jayadi, S.AP.

Pada materi pertama oleh komisioner KPU NTB Ir.H. Syamsuddin menyampaikan ada banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat partisipasi masyarakat, salah satunya karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya Pemilu. Berbagai upaya telah dilakukan oleh KPU salah satunya yaitu melakukan sosialisasi dan membentuk badan adhoc.

Pada materi kedua oleh ketua KPU KSB Denny Saputra menampilkan bagaimana peningkatan dan penurunan persentase tingkat pemilih warga Desa Benete Kecamatan Maluk pada dari Pemilu Tahun 2013 hingga Pemilu Tahun 2019.
“Tingkat partisipasi pemilih masyarakat Maluk selalu naik turun, diharapkan untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 yang akan datang dapat meningkat hingga angka 80% khususnya di benete” ucap Ketua KPU KSB.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *