WABAH PENYAKIT DALAM SUATU KAUM

WABAH PENYAKIT DALAM SUATU KAUM

                                            Jalaluddin MP

Alhamdulillah segala puji dan syukur kita persembahkan kepada Sang Maha Pencipta Allah swt, menciptakan segala sesuatu dengan pasti mempunyai tujuan dan maksud penciptaan. Al Imran 191

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Terkadang kita selalu memikirkan terlalu panjang apa maksud dan tujuan Allah menciptakan dan mendatangkan suatu wabah kepada kita? maka orang beriman akan segera mengambil kesimpulan pertama bahwa semua itu datang dari Allah swt dan kita sebagai mahluk harus meyakini itu, dan ini akan menambah keimanan kita bahwa kehidupan kita ada Zat yang Maha mengatur, bukan semau-maunya kita. Kedua Allah swt menyuruh kita untuk selalu berfikir dan berusaha atau berikhtiar terhadap suatu perkara, bukan langsung menyerahkannya kepada takdir. Ada usaha kita  untuk mencari solusi dari sebuah persoalan dan kejadian.

Saat ini Allah swt memberikan kita sebuah cobaan berupa mewabahnya suatu penyakit yang oleh World Heatlh Organization (WHO) diberikan nama Corona Disease 2019 (Covid 19) alias virus korona. Apa langkah kita? tentu pertama tadi kita harus meyakini bahwa ini semua datang dari Allah swt bukan diciptakan oleh manusia agar supaya kita akan selalu meningkatkan iman dan keyakinan kita kepada Allah swt.  Kedua tentu ikhtiar harus kita lakukan. Rasulullah saw (semoga shalawat dan salam selalu kita curahkan kepada beliau) sebagai tauladan kita, sudah mengingatkan kita melalui sabdanya:

Jika kalian mendengar tentang wabah penyakit disuatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjada wabah ditempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu ( HR Bukhari dan Muslim).

Ini adalah metode karantina yang diajarkan Rasulullah pada masa 1500 tahun yang lalu untuk memastikan wabah tidak menyebar kedaerah yang lain. Bagi penderita dan terjangkit penyakit, Nabi kemudian menyuruh untuk bersabar dengan ujian tersebut dan akan mendapatkan pahala atas kesabarannya serta dihitung sebagai seorang mujahid dijalam Allah.

Peringatan Nabi juga pada penderita penyakit yang menular lainnya. Dari Abu Hurairah, Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: Jauhilah orang yang terkena lepra atau kusta seperti kamu menjauhi seekor singa.

Maksud semua ini adalah ikhtiar kita dalam menghadang menyakit yang mewabah. Bukan pasrah dan tidak ada usaha serta menyerahkan semuanya kepada Allah, kemudian kita mengatakan Lamen tu mate ba mate mo, kam suda ajal datang, tentu idak demikian adanya. Allah memberikan kita akal dan pikiran untuk kehidupan kita. Allah tidak akan mengubah kondisi kita kalau kita tidak berusaha melakukan perubahan itu. Allah mengingatkan kita pada surat Ar Ra’du ayat 11

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Metode isolasi dan karantina seperti Rasulullah ajarkan itu  kemudian kita peraktekkan dikondisi kita sekarang ini. Sudah banyak himbauan dan anjuran kepada kita, mulai dari Presiden, Gubernur sampai Bupati khususnya Kabupaten Sumbawa Barat untuk kita membatasi dan menahan diri keluar daerah kalau tidak untuk tujuan yang terlalu penting.

 

Semoga Allah selalu melindungi kita semua, namun tentu dengan upaya dan ikhtiar kita yang maksimal. Jangan terlalu panik dengan kondisi ini apalagi dengan berita-berita yang tidak bisa dipercaya atau hoak, jangan pula kita menyebarkan berita yang kita tidak tahu asal usul kebenarannya karena akan menjadi fitnah yang akan merugikan diri kita sendiri dunia akherat. Al Baqarah 191 mengingatkan kita bahwa Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.

Sebaliknya jangan pula kita menganggap enteng masalah dan wabah ini. Oleh WHO Covid 19 belum ditemukan vaksin resmi dan obat khusus penyembuhannya, namun kalangan tim medis dari dokter dan herbalis memberikan perhatian khusus pada system ketahanan dan kekebalan tubuh manusia sebagai pelindung dari serangan virus dan bakteri. Antibody yang ada dalam tubuh kita yang akan menyerang balik bakteri dan virus itu. Oleh karena itu Pola hidup sehat dan bersih, selalu mencuci tangan pada setiap kegiatan sangat dianjurkan supaya penyakit tidak masuk.  Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung anti oksidan dan vitamin adalah salah satu upaya pencegahan dan pengobatan kalau penyakit sudah masuk dalam tubuh.

Semua yang kita lakukan itu sudah diajarkan oleh agama Islam. Lihatlah ritual sholat kita, minimal 5 kali sehari kita basuh tubuh kita, gigi kita gosok pada setiap sholat, kebersihan selalu kita jaga. Kalau berangkat ke masjid melalui jalur kanan, maka pulangnya melalui jalur kiri, ini konsep olahraga yang sederhana. Setelah sholat kita disunahkan bersilaturrahim kepada muslim yang lainnya, ini juga indikasi kesehatan bagi kita. Makanan kita umat Islam bukan hanya halal dalam dimensi agama, halam atau haram tetapi juga toyyiban, artinya bagus dan baik atau dalam istilah kedokterannya mempunyai kandungan gizi yang cukup. Cara berjabat tangan kita, jangan sentuh mereka yang bukan muhrim bagi kita. Islam itu jalan keselamatan, maka mari kita berislam dan pelajari Islam dengan serius. Jalankan ajaran agama Islam insya Allah kita selamat, selamat dunia selamat akherat. Selamat hari jum’at semoga hari jum’at ini, sayyidul ayyam ini membawa keberkahan dan keselamatan bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *