Sosialisasi Berbasis Keagamaan dan Budaya

Sumbawa Barat-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa Barat menggelar sosialisasi  berbasis Keagamaan dan Kebudayaan di Pure Desa dan Puseh Desa Adat Kerta Buana Dusun Samarekat Desa Kokarlian, Poto Tano pada kamis (06/02).

Sosialisasi dalam rangka pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat 2020 dihadiri oleh Wakapolsek Poto Tano, Sekertaris Desa Kokarlian, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta warga masyarakat kokarlian yang kurang lebih berjumlah 50 orang.

Narasumber dalam acara tersebut adalah Komisioner KPU Kabupaten Sumbawa Barat yaitu Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilihan, Parmas & SDM Herman Jayadi, Divisi teknis Penyelenggaraan Jalaluddin dan Divisi Perencanaan Data dan Informasi Rahmat Riadi

Adapun Herman Jayadi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilihan, Parmas & SDM KPU KBS menyampaikan materi tentang Tahapan Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati  Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2020, kemudian Rahmat Riadi Divisi Divisi Perencanaan Data dan Informasi menyampaikan materi tentang daftar pemlilih dan Jalaluddin Divisi teknis penyelenggaraan menyampaikan tentang syarat calon perseorangan.

“Tugas kami KPU sebagai penyelenggara kalau dijabarkan waktu 3 jam kita tidak akan cukup, namun secara garis besar kami membentuk badan adhoc yaitu PPK dan PPS dan KPPS , melakukan penataan, melakukan seleksi penetapan syarat calon minimal baik perseorangan ataupun partai politik dan yang paling utama adalah melakukan sosialisasi. Melalui media sosial sosialisasi terus kita lakukan, sedangkan yang kami lakukukan hari ini adalah sosialisasi secara aktif” Jelas Herman Jayadi dalam pembukaan sekaligus sambutan.

Ia lanjut menjelaskan tentang dasar hukum pelaksanaan pemilu. Dasar hukum pemilu yang dijelaskan yaitu UU No 10 Tahun 2016 dan regulasi yang lainnya yaitu PKPU, Peraturan Mentri Dalam Negeri serta surat edaran.

“Tahapan pemilihan sudah kami lakuakan sejak bulan oktober berupa penyusunan anggaran dan yang lainnya dan saat ini kami tengah perekrutan PPK, selanjutnya adalah PPS. Dalam hal ini kami butuh masukan dan informasi ini disebarluaskan apabila ada kerabat yang bertanya atau membutuhkan informasi terkait hal tersebut’’ tambah Herman Jayadi.

Selanjutnya Rahmat Riyadi menyampaikan tentang daftar pemlilih. Ia menjelaskan Pilkada serentak ini akan diikut oleh 270 provinsi/kabupaten/kota se Indonesia dan Kabupaten Sumbawa Barat menjadi salah satunya.

‘’Dalam proses ini kami butuhkan dukungan saudara-saudara semua karena bicara konteks demokrasi tidak ada perbedaan di antara kita. Daftar pemilih ini menjadi jantungnya, apa yang akan kita urus kalau tidak ada data. Untuk iti badan adhoc yang akan kami bentuk merupakan estafet kami yang memegang teguh prinsip netraitas’’ Jelasnya.

Sementara Jalaluddin menjelaskan tentang jalur dalam pencalonan Bupati KSB. Jalur pencalonan Bupati ada dua yaitu melalui jalur partai dan non partai, yang selanjutnya jalur non partai disebut jalur perseorangan atau calon independen. Ia memaparkan, Syarat untuk KSB jika ingin maju sebagai calon perseoangan yaitu harus mengumpulkan photo Copy KTP minimal sebanyak 8.945 dan minimal tersebar di 5 Kecamatan.

“Jalur perseoranagn ini untuk mengakomodir hak kita sebagai warga Negara yaitu hak memilih dan hak dipilih. Jika ada dari Bapak/Ibu yang ingin maju silahkan mulai dari sekarang dikumpulkan. Jumlah ini terhtung sedikit dari Sumbawa dimana disana sayaranya sebanyak 24 ribu dengan 2 pasangan calon perorangan yang maju, dan Lombok tengah lebih banyak lagi dan peminatnya ada ’’Jelasnya.

Masih penyampaian dari Jalaluddin, dimana Ia menekankan bahwa penetapan pasangan calon baru akan dilaksanakan pada bulan Juli sehingga jika dalam rentang waktu tersebut ada desas desus siapa yang maju dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati KSB Tahun 2020 dipastikan itu hanya katanya karena KPU KSB baru akan menetapkan pasangan calon secara resmi pada bulan juli.

 

 

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *