Anggota KPU KSB Sosialisasi Lewat Khutbah Jumat

Sumbawa Barat-Tahun 2020 menjadi tahun penting, dimana menjadi tahun Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat. Tak kehabisan ide,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan sosialisasi tentang penyelenggaraan pemilu melalui khutbah jumat. Pekan ini, jumat (31/01) anggota KPU Kabupaten Sumbawa Barat menyampaikan khutbah jumat terkait kepemiluan.

Jalaluddin Komisioner KPU KSB Divisi Teknis Penyelenggaraan menyampaikan khutbah jumat di Masjid Agung Darussalam dan Rahmat Riadi Divisi Perencanaan, Data dan Informasi menyampaikan khutbah jumat di Masjid Asyakur Menala.

Dalam kesempatan tersebut, Jalaluddin  menyampaikan khutbah jumat yang berjudul “Manusia Sebagai Pemimpin”. Terkait kepemimpinan, Ia menyampaikan bahwa pada 23 september nanti semua masyarakat KSB akan menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin untuk kemajuan KSB.  Ia berpesan agar masyarakat memilih pemimpin sesuai dengan akhlak yang dicontohkan Rasululllah SAW yaitu pemimpin yang memiliki sifat Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah. Secara khusus Ia menyampaikan tentang penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati baik dari unsur partai politi (parpol) maupun non parpol atau perseorangan yang akan dilaksanakan 6 bulan lagi yaitu pada tanggal 8 Juli 2020.

“Dalam kesempatan ini mari kita berdoa agar kita dianugrahi pemimpin ynag baik dan membawa daerah kita menjadi baldatun toyyibatun, daerah yang baik dan makmur, wa rabbun ghafar serta keberkahan akan turun dari Allah SWT untuk kesejahteraan kita semua’’ Kata Jalaluddin dalam kutbahnya.

Sementara Rahmat Riadi Komisioner KPU KSB Divisi Perencanaan, Data dan Informasi menyampaikan khutbah tentang  berita bohong. Ustad Rahmat sapaan akrabnya mengajak semua masyarakat yang hadir untuk tidak membiarkan penyebaran berita bohong di tengah-tengah masyarakat.

“Ada 3 hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT, salah satunya adalah berita bohong karena akan memecah belah umat” Kata Rahmat Riadi.

Ia menegaskan agar masyarakat tidak mudah percaya apalagi turut menyebarkan berita-berita yang tidak jelas sumber beritanya. Ia menilai hal ini menjadi penting untuk ditegaskan guna mencegah HOAX ditengah cepatnya pertukaran informasi, disamping hal tersebut juga akan memicu terjadinya konflik kommunal.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *